Rabu, 07 November 2012

Menetaskan Telur Ayam



MENETASKAN TELUR AYAM

DENGAN MENGGUNAKAN MESIN TETAS LISTRIK SEDERHANA

 I.   Menetaskan Telur Ayam

          Menetaskan telur dengan menggunakan mesin tetas mempunyai tujuan :
a.     Untuk dapat menetaskan telur dalam jumlah banyak
b.     Mencegah penularan penyakit pada anak ayam yang menetas
c.      Lebih ekonomis
Tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam menetaskan telur dengan mesin tetas adalah sebagai berikut : Menyiapkan telur tetas; Menyiapkan Mesin Tetas; Menetaskan Telur; Memindahkan DOC ke indukan.

1.1.      Menyiapkan Telur Tetas

         Telur Tetas adalah telur yang berasal dari kandang yang mempunyai pejantan dengan persyaratan tertentu. 
a.     Pilihlah telur tetas yang memenuhi syarat sebagai berikut :
*        Bentuk oval
*        Kulit halus, bersih dan tidak retak
*        Umur tidak lebih dari 10 hari
*        Bebas bibit penyakit
b.     Tempatkan telur tetas dalam rak telur atau eggtray dengan posisi bagian tumpul berada di atas

1.2.      Menyiapkan Mesin Tetas

         Sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan persiapan sebagai berikut :
a.   Membersihkan dan Memperbaiki Bagian-bagian yang Rusak
  • Periksa bagian-bagian mesin yang mungkin perlu perbaikan
  • Perbaiki jika rusak
  • Bersihkan mesin tetas dan peralatannya dengan menggunakan kain lap yang bersih (bila perlu dapat dengan sedikit dibasahi air)
  • Keringkan dengan diangin-angin
b.     Mensuci Hamakan Mesin Tetas
          Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit terhadap telur tetas atau DOC yang menetas, maka mesin harus diduga mengandung bibit penyakit.  Untuk itu perlu disuci hamakan dengan cara fumigasi sebagai berikut :
·         Tutup semua lubang ventilasi pada Mesin Tetas dengan kain atau kertas.
·         Siapkan cawan gelas berisi kalium permanganat (PK) di dalam Mesin Tetas
·         Tuangkan formalin 40 % kedalam cawan gelas berisi PK di dalam Mesin Tetas, kemudian segera tutup pintu Mesin Tetas
·         Biarkan selama 24 jam (minimal)
·         Buka kembali penutup lubang ventilasi

c.     Menyetel Suhu Mesin Tetas
          Untuk menyetel suhu Mesin Tetas, lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut :
·         Tutup lubang ventilasi yang berada di atas Mesin Tetas.
·         Nyalakan Mesin Tetas (Steker listrik ditancapkan ke stop contact, Shakelar On/Off distel ke posisi On.
·         Tunggu sampai lampu pemanas atau lampu indicator pemanasan mati.
·         Segera baca skala termometer.
·         Jika termometer menunjukan skala di atas 100 ºC, misalnya 103 ºC berarti suhu penetasan terlalu tinggi, lakukan penyetelan termostat sebagai berikut:
-  Putar baud penyetel termostat berlawanan arah jarum jam setengah putaran (lampu pemanas akan menyala kembali)
-  Tunggu seperti langkah kerja no. 3 dan 4 di atas
-  lakukan penyetelan lagi dengan memutar baud penyetel termostat searah atau berlawanan arah jarum jam sampai Mesin Tetas mati pada suhu 100 ºC, dan menyala kembali jika suhu kurang dari 98 ºC.

 1.3.      Menetaskan Telur
          Lakukan langkah-langkah sebagai berikut :      
a.    Berilah tanda (+) pada salah satu sisi telur tetas dan (-) pada sisi yang lain dengan menggunakan pensil, kemudian susun telur tetas tersebut di dalam rak pengeraman Mesin Tetas
-       dilakukan di luar Mesin Tetas
-       posisi telur di dalam rak adalah bagian tumpul di atas, kemiringan 45 º
b.    Masukkan rak pengeraman kedalam Mesin Tetas
c.    Tutup pintu mesin tetas (ventilasi atas tertutup)
d.    Buka ventilasi atas 1/3 pada hari ke 2.
e.    Pada hari ke 3 :
-       Isi bak air yang beada di dasar Mesin Tetas dengan air bersih (Air di dalam bak harus selalu cukup dan bersih sampai akhir penetasan).
-       Lakukan pekerjaan membalik telur sampai hari ke 18
f.     Pada hari ke 6 :
-       Buka ventilasi 1/2
-       Lakukan pemeriksaan telur I (untuk mengetahui adanya telur yang tidak tertunas), telur yang tertunas ditempatkan kembali di dalam rak pengeraman dengan tanda yang berlawanan dari asalnya.
-       Keluarkan telur yang tidak tertunas dari Mesin Tetas.
g.    Pada hari ke 10 : Ventilasi dibuka 3/4
h.    Pada hari ke 14 : Lakukan pemeriksaan telur II (untuk mengeluarkan telur yang mati).
i.     Pada hari ke 15 : Ventilasi dibuka semua.
j.     Pada hari ke 18:
-       Lakukan pemeriksaan telur III (untuk mengeluarkan telur yang mati),
-       Pindahkan telur dari rak pengeraman ke rak penetasan, letak telur horizontal.
-       Tutup terus mesin tetas (telur tidak perlu dibalik lagi) sampai menetas.
k.    Pada hari ke 20 : Telur mulai retak.
l.     Pada hari ke 21 : Telur menetas.

1.4.      Mengeluarkan Anak Ayam

          Anak ayam yang bulunya sudah kering dikeluarkan dari mesin tetas, dipindahkan kedalam box anak ayam atau indukan.

II.  Mesin Tetas
1.1.      Mesin Tetas Lampu Minyak Tanah
          Panas ruang tetas di dalam Mesin Tetas Lampu Minyak Tanah berasal dari tabung pemanas yang ditempatkan pada langit-langit mesin tetas.  Pemanasan tabung ini dilakukan dengan menggunakan lampu minyak tanah yang ditempatkan di luar mesin tetas. Kotak pengeraman mempunyai dinding berlapis dua atau tiga, terbuat dari triplek atau hardboard dengan rangka dari kayu.  Mesin tetas dengan kotak pengeraman/penetasan berukuran :  panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm berkapasitas 100 butir telur.

                                                            


 












 
                                                                     Keterangan :
                                                                      a = Tabung pemanas
                                                                      b = Termo Regulator (Termostat)
                                                                      c = Tangkai Sungkup regulator
                                                                      d = Sungkup regulator
                                                                      e = Lampu pemanas
                                                                      f = Rak pengeraman/penetasan
                                                                      g = Nampan Air

Gambar 1.  Mesin Tetas Minyak Tanah

1.2.      Mesin Tetas dengan Sistem Pemanasan Air Panas
          Mesin ini seperti Mesin Tetas Lampu Minyak Tanah, perbedaannya Tabung Pemanas berisi air.  Lampu minyak tanah berfungsi sebagai pemanas air didalam Tabung Pemanas.
1.3.      Mesin Tetas Lampu Pijar
          Perbedaan dengan Mesin Tetas Lampu Minyak Tanah adalah pada alat pemanas dan bentuk Thermostatnya.  Mesin tetas ini menggunakan radiasi lampu pijar sebagai sumber panasnya.  Untuk ruangan mesin tetas berukuran 60 cm X 40 cm X 40 cm dapat digunakan 2 buah lampu pijar 40 Watt atau 6 buah dengan daya masing-masing 5 Watt.  Lampu pijar dihu­bungkan paralel, tetapi seri dengan pemutus arus pada termostat.
          Aliran listrik PLN sebelum dialirkan ke lampu pijar, terlebih dahulu melalui pemutus arus pada termostat.  Jika suhu ruangan mesin tetas sudah mencapai/melampoi suhu yang diperlu­kan maka kapsul termostat akan mendorong tombol pemutus arus sehingga lampu pijar berhenti menyala yang berarti lampu pijar berhenti memanasi rangan mesin tetas.  Jika suhu ruangan menu­run maka kapsul termostat akan menyusut dan menyebabkan pemutus arus kembali ke posisi semula, lampu pijar menyala kembali.
                

                                                Pemutus Arus
          Badan                                                 Lampu
          Termostat                                           Pemanas
         
                                                             
          Baud
          Penyetel                                                                 Sikring        
                                                Kapsul Termostat                                 Steker
                                  Termostat
                                                                   Shakelar

Gambar 2.  Rangkaian Sistem Pemanas


1.4.      Mesin Tetas Kawat Nekelin
          Mesin  tetas ini pada dasarnya sama dengan Mesin Tetas  Lampu Pijar  tetapi lampu pijar diganti dengan rangkaian  spiral  kawat nekelin  yang  dipasang  di bagian  atas ruangan  mesin  tetas.  Kawat  nekelin  yang digunakan berdiameter 0,2 mm, untuk mesin tetas berkapasitas 100 butir telur (ukuran 60 cm X 40 cm X á40 cm) diperlukan kawat nekelin sepanjang 7 m yang dibentuk spiral.  Bila spiral kawat nekelin dialiri listrik maka kawat nekelin akan menjadi panas yang berakibat menaikkan suhu ruangan mesin tetas.

          b                                                       
 


     a
                                                                            


 
                                                                    Keterangan :
                                                                    a = Termostat
                                                                    b = Spiral Kawat Nekelin
                                                                    c = Rak Telur Tetas (Pengeram)
                   c                             d                 d = Nampan Air
                                                                         



Gambar 3.  Mesin Tetas Listrik

1.5.      Mesin Tetas Kombinasi
          Mempunyai dua jenis sistem pemanas, yaitu Pemanas Minyak Tanah dan Lis­trik.  Bila aliran listrik mati, maka penetasan masih bisa dilanjutkan dengan menggunakan Minyak Tanah. Mesin Tetas ini mempunyai 2 buah termostat, yaitu termostat untuk pemanasan listrik dan termostat untuk pemanasan Lampu Minyak Tanah.
 

III.       Suhu Penetasan

          Suhu penetasan, yaitu ruang di dalam Mesin Tetas yang disesuaikan dengan suhu induk jika mengeram.  Di bawah ini kebutuhan suhu penetasan dan kelembaban untuk beberapa jenis unggas.

Tabel 1.  Suhu dan Kelembaban pada Proses Penetasan Berbagai Unggas

JENIS UNGGAS
MINGGU I
MINGGU II
MINGGU III
MINGGU IV
Suhu
(°C)
Kelembaban (%)
Suhu
(°C)
Kelembaban (%)
Suhu
(°C)
Kelembaban (%)
Suhu
(°C)
Kelem-baban (%)









1 Ayam
98,6
55-60
98,6
55-60
98,6
55-60
98,6
55-60
2. Itik
100-101
70
100-101
70
100-101
70
100-101
70
3. Beb1ek
    Manila
100-101
60
100-101
60
100-101
60
100-101
60
4. Puyuh
100,6-101,75
55-60
100,6-101,75
55-60
100,6-101,75
55-60
100,6-101,75
55-60
5. Angsa
101,6
70
101,6
70
101,6
70
101,6
70
6. Kalkun
99,4-101,9
65
100-102
65
101,9-102,9
65
102-103,5
65
          Untuk memperoleh suhu yang diinginkan mesin tetas dilengkapi dengan sistem pemanas dan sistem regulator (thermostat). 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar